Surabaya – Universitas Hang Tuah (UHT) terus memperluas jejaring internasional melalui penguatan kerja sama tripartit bersama institusi dari Timor Leste.
Kegiatan bertajuk Penguatan Kerjasama Tripartite antara Universitas Hang Tuah, APORTIL IP, dan FDCH Timor-Leste tersebut digelar di Gedung Seminar UHT lantai 2, Selasa (7/4/2026).
Rektor UHT, Laksamana Muda (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasi atas kehadiran rombongan dari Timor Leste.
“Kami mengucapkan selamat datang di Universitas Hang Tuah. Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menerima kunjungan ini. Kami berharap, hal-hal baik yang diperoleh selama berada di sini dapat disampaikan kembali di Timor Leste,” ujarnya.
Rektor juga menegaskan komitmen UHT untuk terus meningkatkan kualitas melalui keterbukaan terhadap masukan.

“Namun apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan, kami sangat terbuka untuk diberitahukan kepada kami sebagai bahan evaluasi agar ke depan bisa menjadi lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Timor Leste menyampaikan rasa bangga atas kunjungan tersebut. Ia menilai hubungan yang telah terjalin sebelumnya kini semakin kuat dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
“Kami sangat bangga dapat kembali hadir. Ini menunjukkan bahwa hubungan yang telah terbangun berjalan dengan baik. Kami berharap ke depan kerja sama ini dapat berkembang menjadi lebih luas dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menilai program yang dipaparkan memberikan manfaat besar, khususnya bagi generasi muda dalam memahami nilai kebangsaan, demokrasi, serta pengalaman pendidikan lintas negara.
“Kami melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan. Ke depan, kami berharap dapat melakukan diskusi lanjutan untuk membahas kerja sama yang lebih konkret,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kerja sama tripartit antara Universitas Hang Tuah, APORTIL IP, dan FDCH Timor Leste dapat semakin diperkuat, khususnya dalam bidang pendidikan, pertukaran pengalaman, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di kedua negara.





